Berburu kelas-kelas ekonomi berpengantar bahasa Inggris

Posted: June 16, 2010 in Uncategorized

Salah satu kesulitan yang saya hadapi dalam studi di Korea ini adalah masalah bahasa. Meskipun sudah tinggal di negeri ginseng ini selama lebih dari dua tahun, tiap kali ditanya apakah saya bisa berbahasa Korea, saya hanya bisa menjawab: sedikit. Semakin lama malah ngerasa kalau kemampuan linguistik saya rendah. Bisa jadi. Beberapa penyebab lain yang bisa saya salahkan adalah rasa malas untuk belajar bahasa Korea secara otodidak dan tidak ada nya kelas bahasa Korea yang cocok dengan waktu, tingkat kemampuan dan kantong saya. Akibat kemampuan bahasa Korea saya yang rendah ini, sampai sekarang cukup sulit bagi saya untuk survive dalam kelas berbahasa Korea.

Di sisi lain, perubahan major dari engineering ke economics menuntut saya untuk mendapatkan banyak asupan materi perkuliahan untuk memperkuat basis keilmuan ekonomi saya. Sebut saja Ekonometri, Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi. Dan semuanya harus dalam tataran graduate level. Jadi, kalau saya memaksa mengambil kuliah-kuliah tersebut dalam bahasa Korea, alamak, apa jadinya? Itu sebabnya dalam dua semester terakhir, saya mencoba mencari berbagai kesempatan untuk mengambil perkuliahan dalam bahasa Inggris yang bisa diterima oleh departemen saya.

Semester lalu, saya ingin mengambil kelas ekonometri di Departemen Ekonomi Ajou. Sayangnya, si profesor tidak bisa dibujuk untuk menggunakan bahasa Inggris. Alasannya cukup logis, dikarenakan perkuliahan nya cukup sulit, beliau khawatir mahasiswa-mahasiswa Korea akan mengalami kesulitan jika kuliah nya dalam bahasa Inggris. Akhirnya beliau menawarkan solusi. Saya (dan dua orang mahasiswa asing lain di lab) bisa mengikuti perkuliahan ekonometri yg beliau ajar untuk GSIS (Graduate School of International Studies) Ajou. Tetapi karena semua kelas di GSIS Ajou tidak bisa ditransfer nilainya ke departemen kami, jadi kami harus tetap mendaftar dan mengambil kredit dari kelas profesor tersebut yang di Departemen Ekonomi. Ribet kan? Meskipun hal-hal teknis bisa diatur sedemikian rupa, permasalahan yang lebih besar adalah perbedaan kualitas antara kedua kelas tersebut. Kelas ekonometri Dept Ekonomi merupakan kelas graduate yang diperuntukkan bagi mahasiswa dengan basis ilmu ekonomi yang kuat, termasuk Mathematics for Economics dan Probabilistic and Statistics. Sementara yang di GSIS hanya berupa pengantar tanpa menyelam lebih dalam ke penurunan matematis juga teknik-teknik ekonometri. Ketika Long (rekan Vietnam di lab) harus mempelajari model GARCH (Generalized Auto-Regressive Conditional Heteroskedasticity), dia pun mengalami kesulitan.

Semester ini, petualangan kami (Long, Arijit[Bangladesh] dan saya) mencari kelas membawa kami ke Universitas Sogang di Seoul. Kebetulan salah satu profesor di sana, Gyu Ho Wang, merupakan kenalan profesor saya. Kebetulan pula, semester ini beliau mengajar kelas Advanced Microeconomics I berpengantar bahasa Inggris. Kami pun melakukan segala yang kami bisa untuk dapat mengikuti kelas tersebut. Alhamdulillah, meskipun pada awalnya profesor Wang agak reluctant, akhirnya berhasil juga. Dan resmilah, setiap Senin kami menjadi mahasiswa Sogang. Perkuliahan yang sejatinya hanya 3 jam (13.30-16.30) melar menjadi 11.30-18.15 karena waktu perjalanan Suwon – Seoul yang harus ditempuh dengan bus menuju Sadang St. disambung dengan kereta menuju Daeheung St. Perkuliahannya sendiri berat tetapi cukup menyenangkan, bahasa Inggris profesor Wang sangat apik. Menurut profesor saya, beliau merupakan salah satu yang terbaik di bidang mikroekonomi dan teori permainan (game theory). Beliau pun telah menerbitkan sejumlah buku pengantar yang tidak cuma sekali ‘dipromosikan’ di kelas. Jadi setelah menjelaskan sejumlah materi yang ribet, beliau bilang ‘untuk lebih jelasnya silahkan me-refer ke buku bla-bla-bla yang merupakan karangan saya’. Sayangnya, buku-buku tersebut ditulis dalam bahasa Korea.

Oh ya, saya lupa bilang. Salah satu alasan petualangan saya mencari kuliah/kelas di departemen/kampus lain adalah jumlah mata kuliah di departemen saya yang memang tidak banyak. Hampir semua mahasiswa di lab pernah mengambil kuliah di departemen/kampus lain. Untuk saya pribadi, yang memerlukan minimal 54 sks wajib, perkara ini memang selalu bikin pusing. Bagaimana tidak, dengan 2 semester tersisa, praktis sudah tidak ada mata perkuliahan di departemen yang bisa saya ambil. Well, mungkin satu dua.

Anyway, sekarang saya udah mulai pusing memikirkan matkul apa yang bisa saya outsource ke departemen/kampus lain. Tentunya dengan prasyarat bahasa Inggris sebagai pengantar. Minggu lalu, saya ngobrol dengan mas Budhi Setyawan, seorang lulusan SNU, berkenaan dengan ini. Dari dia, saya dapat saran seorang profesor asing yang kini mengajar di Korea University. Saya sudah kontak beliau via imel. Menurut saya, beliau cukup kooperatif dan menjanjikan akan menanyakan permasalahan ini ke dean beliau di Korea University. Saya sih sangat tertarik dengan kelas panel model analysis yang akan beliau ajar semester depan. Doakan semoga kami (profesor saya menyuruh beberapa teman lab untuk mengambil kelas ini, jika mungkin) bisa ikut kelas tersebut. Dan semoga saya bisa mendapatkan cukup kelas berkualitas semester depan. Amin. Hwaiting ^_^

Comments
  1. gendis says:

    gw orang indonesia truss gw mau berencana kuliah di korea..gw pengen tau tentang culture,harga,pendidikan pokoknya semuanya tentang korea..nah because u lived there i was hoping that u can help me gain this information, i really need ur experience..if u can help me add my msn gendis-peacemaker@hotmail.com or my facebook gendis rahma putri..thanks :D please help me

    silahkan kalau mau nanya nanya ^_^ silahkan add zulfikar yurnaidi.. semoga berhasil ke korea!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s