Posted by: viczhoel | October 5, 2009

Mari Belajar Ekonomi: Sepuluh Prinsip Ekonomi II Bagaimana Orang Berinteraksi

Ehem, blog ini tampak berdebu, sarang laba-laba pun muncul di pojok atas ruangan, kusam dan buram. So, lets put some colors again. Menyambung postingan sebelumnya, kali ini saya akan kembali bercerita tentang sepuluh prinsip ekonomi. Sebelumnya, kita tahu bagaimana orang membuat keputusan. Tarik-ulur, biaya kesempatan, keuntungan marginal dan insentif menjadi pokok pembicaraan kita. Sebagai catatan, meskipun terlihat rumit, berbagai macam proses pertimbangan untuk membuat sebuah keputusan bisa dilewati hampir secara otomatis oleh tiap orang. Kita tidak membutuhkan kalkulasi yang rumit untuk memutuskan tinggal di rumah dan tiduran sepanjang hari, melupakan janji yang sudah kita buat sebelumnya. Simply, buat kita pergi meninggalkan kasur, menempuh perjalanan dan menghabiskan waktu untuk memenuhi janji ARE MORE COSTLY daripada tidur2an di rumah dan mengecewakan counterpart janji kita.

The next question is, dengan berbagai macam ego dan prinsip dan keinginan orang yang berbeda-beda, bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain? Karena tentunya, keputusan kita pun akan memberikan efek buat orang lain. Jadi, mari kita mulai diskusi kita.

Prinsip V: Pertukaran barang dapat menguntungkan semua pihak

Saya teringat sebuah joke menarik mengenai ini. Alkisah sebuah pabrik mobil yang berpusat di Oklahoma, USA. Setelah sekian lama memonopoli pasar mobil di USA, muncul sebuah pabrik pesaing, yang ajaibnya terletak di tengah lautan. Jika pabrik Oklahoma membutuhkan biaya sebesar $25rb untuk mendisain, meproduksi parts dan merakit sebuah mobil hingga jadi, maka pabrik San Fransisco dengan ajaibnya hanya membutuhkan 50 ton gandum seharga $12rb. Prosesnya pun terbilang cukup mudah. Cukup mengirim gandum ke pabrik melalui kapal, voila! mobil dengan setengah harga pasar pun tersedia. The factory is called HONDA. Yup, pabrik ajaib kita adalah perusahaan ekspor impor. Apakah perdagangan gandum-mobil di atas menguntungkan USA-Jepang? We could say so. Konsumen mobil USA bisa mendapatkan mobil dengan murah. Konsumen Jepang bisa mendapatkan gandum kualitas tinggi. Pabrik Oklahoma akan merugi akibat persaingan tentu saja. Akan tetapi, dengan sejumlah inovasi dia bisa bangkit, kembali ke pasar, dan memberikan suplai mobil dengan kualitas dan harga yang lebih menguntungkan konsumen.

Prinsip VI: Mekanisme Pasar merupakan metode yang cocok untuk mengatur kegiatan ekonomi. Biasanya sih

Masih ingat dengan perang dingin? Salah satu ideologi yang dipertentangkan adalah ekonomi pasar melawan ekonomi terpusat. Salah satu kelemahan ekonomi terpusat adalah, tidak adanya insentif yang cukup untuk maju dan berbuat lebih. Semua sudah diatur oleh pemerintah. Di sini bisa kita lihat kelemahan kedua. Pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk mengalokasikan sumber daya secara tepat. Di lain pihak, mekanisme pasar bertumpu pada keputusan kolektif rumah tangga dan perusahaan dalam pengalokasian sumber daya. Dibandingkan pemerintah, tak ayal lagi, pasar memiliki kemampuan lebih. Pasar memunculkan permintaan barang maupun jasa; Pasar pula lah yang mengumpulkan perusahaan maupun rumah tangga untuk menyediakan penawaran. Ekonom menyebut mekanisme ini sebagai tangan gaib (invisible hand).

Prinsip VII: Pemerintah dapat meningkatkan kinerja pasar

Anda mungkin bertanya, jika mekanisme pasar dapat mengalokasikan sumber daya secara efektif dan efisien, apa perlunya pemerintah? Salah satunya adalah untuk memastikan mekanisme pasar bekerja dengan baik melalui penegakan hukum dan penyediaan sarana prasarana. Apa gunanya mekanisme pasar kalau pencurian merajalela, perjanjian dagang tidak ditepati dan jalur transportasi buruk (dan tidak ada cukup insentif bagi pasar untuk menyediakan jalur transportasi)? Peran pemerintah tidak hanya berhenti sebagai fasilitator. Terkadang intervensi terhadap mekanisme pasar diperlukan, karena si tangan gaib kita memang bisa mengatur ekonomi, tetapi bukan berarti mahakuasa. Di sini pemerintah dapat melakukan dua hal: meningkatkan efisiensi dan keadilan. Salah satu penyebab ketidakefisienan pasar adalah eksternalitas, yaitu pengaruh suatu tindakan terhadap khalayak umum. Contoh eksternalitas (negatif) yang paling umum adalah polusi. Ada pula faktor kekuatan pasar, di mana suatu kekuatan tunggal (atau segelintir orang) memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pasar. Bisa juga disebut monopoli. Pemerintah memiliki peran untuk mencegah timbulnya faktor-faktor tersebut yang bisa mengakibatkan gagalnya kerja mekanisme pasar. Kemudian berbicara mengenai keadilan, mekanisme pasar hanya bisa mengatur alokasi sumber daya berdasarkan kemampuan memproduksi sesuatu yang mana orang mau membayar untuk itu. Si tangan gaib tidak menjamin tiap orang bisa punya pekerjaan, bisa makan cukup atau bisa berobat jika sakit. Pemerintah lah yang bertanggung jawab atas keadilan bagi seluruh rakyat, dengan mekanisme pajak, subsidi dan program kesehatan atau sembako murah.

(Source: Gregory Mankiw, Principles of Economics 4th edition, 2007)


Leave a response

Your response:

Categories