Posted by: viczhoel | August 7, 2009

Mari Belajar Ekonomi: Sepuluh Prinsip Ekonomi I Bagaimana Keputusan Diambil

Lets start from definition, will ya? Ekonomi berasal dari sebuah kata dalam bahasa Yunani, oikonomos, yang berarti “pengatur rumah tangga.” Sementara sebagai sebuah ilmu ekonomi dapat diartikan sebagai ilmu mengenai bagaimana masyarakat mengelola sumber daya (resources) yang bersifat langka (scarce). Adanya kelangkaan (scarcity) inilah yang membuat kita ga bisa memenuhi semua keinginan kita. Bagaimana sumber daya yang terbatas itu dialokasikan, bergantung pada aksi tiap komponen masyarakat, yang secara umum dibagi menjadi dua kubu: rumahtangga (household) dan perusahaan (firm).

Secara umum, para ekonom berusaha mempelajari bagaimana orang mengambil keputusan yang berkaitan dengan pengalokasian sumber daya. Pekerjaan apa yang dipilih, barang dan jasa apa yang dibeli, seberapa banyak yang disimpan. Para ekonom juga mempelajari bagaimana orang berinteraksi satu sama lain. Seperti bagaimana pembeli dan penjual membentuk pasar dan menetapkan harga. Dan akhirnya, para ekonom menganalisa berbagai faktor serta kecenderungan yang berlaku pada ekonomi secara keseluruhan. Tingkat kenaikan harga (inflasi), pertumbuhan pendapatan rata-rata, juga tingkat pengangguran.

Jadi, ekonomi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan kita sehari-hari, hanya saja dengan kacamata yang berbeda. Sepuluh Prinsip Ekonomi merupakan sejumlah ide pokok yang mendasari ilmu tersebut. Dibagi ke dalam tiga bagian sesuai deskripsi wilayah kerja ekonom di atas, artikel ini dimulai dengan kelompok yang pertama, yaitu bagaimana orang mengambil keputusan. Di sini kita akan mengamati ekonomi dalam kacamata seorang individu pelaku ekonomi.

Prinsip I: Tiap orang menghadapi tarik-ulur (trade-off)

Tidak ada yang gratis di dunia ini, setuju? Ketika kita memilih sesuatu, sesuatu yang lain pasti kita korbankan. Pengorbanan ini bisa berupa waktu, uang, konsentrasi, apapun. Menulis blog membuat saya kehilangan waktu untuk mempersiapkan paper. Melanjutkan s2 berarti pengorbanan kesempatan bekerja dengan gaji yang layak. Contoh klasik adalah tarik-ulur antara “senjata dan mentega” (gun and butter). Semakin besar pengeluaran negara/pemerintah untuk membangun pertahanan (senjata), semakin sedikit sumber daya yang tersisa untuk memproduksi barang konsumsi (mentega) untuk meningkatkan standar hidup masyarakat. Begitu pula sebaliknya.

Prinsip II: Biaya (cost) adalah apa yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu

Terkadang kita melupakan pengertian biaya atau harga yang sebenarnya dari pilihan yang kita ambil. Konsep yang sering dilupakan adalah biaya kesempatan (opportunity cost), yaitu kesempatan yang hilang demi menjalankan suatu pilihan. Oleh karena itu, harga yang harus saya bayar untuk s2 bukan cuma biaya kuliah, buku, asrama, dan biaya hidup saja. Biaya kesempatan yang timbul akibat kehilangan kesempatan bekerja dengan gaji yang layak seharusnya ikut masuk pertimbangan. Terkadang, biaya kesempatan untuk melanjutkan kuliah bisa jadi teramat tinggi. Contohnya seorang pemain NBA, Le Bron James, yang memutuskan untuk tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena menganggap ‘biaya kesempatan’ kuliah terlalu tinggi, dibanding ‘biaya kesempatan’ berkarier sebagai atlet profesional.

Prinsip III: Orang rasional berpikir pada marjin (margin)

Konsep orang rasional berarti seseorang akan melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan, sesuai kesempatan yang ada. Sementara marjin disebut juga sebagai garis tepi atau batas. Untuk memaksimalkan sesuatu (entah keuntungan bagi perusahaan atau kepuasan bagi rumahtangga), orang rasional akan selalu mempertimbangkan perubahan marjinal, perubahan yang terjadi karena perubahan kecil pada suatu aksi. Contoh, keuntungan marjinal adalah perubahan keuntungan yang kita dapatkan atas penjualan ekstra satu barang atau jasa. Secara umum, orang akan membandingkan manfaat marjinal dan biaya marjinal ketika menentukan keputusan. Pertanyaan klasik mengapa berlian jauh lebih mahal daripada air bisa Anda jawab menggunakan konsep manfaat marjinal.

Prinsip IV: Orang bereaksi terhadap insentif (incentive)

Insentif adalah sesuatu (seperti kemungkinan akan hadiah atau hukuman) yang bisa membujuk seseorang untuk bertindak. Dalam ilmu ekonomi, insentif merupakan hal yang sangat krusial. Pengetahuan mengenai insentif dan apa reaksi orang terhadap insentif tersebut sangat penting untuk mengetahui kerja dan gerakan pasar, juga bagi para pembuat kebijakan.

(Source: Gregory Mankiw, Principles of Economics 4th edition, 2007)


Responses

  1. Nice.. ! *mode menyimak*
    bersambung ya kar.. (baru 4 dari 10)
    Contohnya s2 ma kerja mulu nih, huehue :D

    Btw gw kurang kebayang yang marjinal maksudnya gimana.. Manfaat marjinal itu apa? (sama ma keuntungan marjinal kah?)
    Emangnya kenapa berlian jauh lebih mahal dari air?

    asik, ada comment ^^ (jadinya ada semangat buat nyambung hihi)
    manfaat marjinal itu bahasa inggrisnya marginal benefit.. mo dibilang keuntungan juga bisa sih.. tapi khawatirnya ambigu dengan profit.. Contoh manfaat marjinal kayak makan es shanghai narp.. pas lagi haus di tengah summer yang menyengat, satu sendok yang masuk ke mulut itu gimana rasanya? bandingin ketika kita udah makan dua mangkok.. pasti rasa satu sendoknya itu beda.. bahasa ekonominya diminishing marginal benefit.. kenapa berlian lebih mahal dari air? jadi, konsep manfaat marjinal itu kan bergantung dengan apa yang udah kita punya/apa yang ada, seperti konsep es shanghai tadi.. nah, dari sini keliatan, bedanya satu gelas air dan satu gelas berlian.. nah, karena manfaat marjinal berlian jauh lebih tinggi dari air, orang juga rela ngeluarin duit lebih demi si berlian..

  2. Weeleh..weleh…
    terus terang, gw sendiri mungkin gak bisa memaparkan se’terang’ itu. Two thumbs up… deh!
    Berlian, mungkin agak susah dipake sbg contoh kasus untuk menjelaskan marginal benefit.
    Teruskan… eh Lanjutkan!
    Kayaknya byk yg nunggu jg, biar tambah pinter.. :)

    makasih ^^ sebenarnya mostly nyadur dari buku, jadi two thumbs nya lebih pantes ke Pak Mankiw deh.. Saduran ku yang terlalu kaku malah bikin artikel nya susah dimengerti kayaknya.. Semoga next article on the series bisa better ^^

  3. Saya jga msh bingung dgn yg marginal, kl ad pertanyaan “ap keuntungan marginal dr sgelas air” jwbnny gmna ?
    Plis di repp, atw krimin ke email saya, (pesawat_tempur666@yahoo.co.id)
    trima kasih sblumnya .

    keuntungan marginal dari segelas air bergantung pada berapa banyak air yang kamu punya.. kalau kamu lagi ada di gurun pasir, bayangkan seberapa besar keuntungan marginal segelas air.. keuntungan di sini bisa dibilang nilai atau harga.. nah, keuntungan ini makin lama akan menipis.. mengapa? karena semakin banyak kita mengkonsumsi air, semakin ‘tidak berharga’ segelas air tersebut.. bahkan, jika kamu sudah minum air terlalu banyak, maka keuntungan marginal segelas air bisa menjadi negatif.. kamu akan merasa ‘dirugikan’ jika harus minum satu gelas air lagi..

  4. Maaf, tapi ada 1 lg nih yg tntang intensif, mengapa pembuat kbijakan harus memperhitungkan intensif ??
    Pliss di jawab .
    Tq .

    insentif ya pan,, bukan intensif.. studi insentif merupakan hal yang sangat penting dalam membuat sebuah kebijakan.. logikanya, kebijakan dibuat karena ada suatu efek yang diinginkan dari kebijakan tersebut, betul? misal, kebijakan subsidi bahan bakar yang bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat.. harga yang murah memberikan insentif bagi masyarakat untuk mengkonsumsi bahan bakar tanpa batas, yang akhirnya berujung pada pemborosan dan alokasi anggaran belanja negara yang makin membengkak untuk subsidi.. dari sudut pandang ini, kebijakan menaikkan harga bahan bakar dapat diartikan sebagai pemberian insentif bagi masyarakat untuk mengurangi penggunaan bahan bakar yang berlebihan..

  5. Post yang bwat pljrn SMA donk…..

    mau blajar ne….

    wah, saya ndak tau pelajaran SMA bahannya seperti apa.. gimana kalo metodenya tanya jawab saja? apa yang ingin diketahui bisa ditanyakan di blog ini, nanti saya bikinkan postingan khusus berkaitan dengan itu.. biar semangat nulis juga saya nya.. hehe..

  6. fikar…kamu ambil jurusan apa sih??kok bahasannya ttg ekonomi??

    salut…ini kan materi kuliah anak FE

    iya, di sini belajar ekonomi juga. makanya sekalian bikin post di sini. buat yang sama2 lagi belajar :)

  7. belajar FRB juga gak??mau juga dong dishare ilmunya.. :D

    FRB itu apa ya jeng? aku coba googling, ketemunya malah Federal Reserve Bank :D

  8. fractional reserve banking, money creation
    bagus itu zul..

    oh,, barusan ngecek dari master wiki.. menarik, tapi mayan ribet yah.. aku belajar ekonometri aja susahnya minta ampun, hehe.. tapi bener ya, kalo Bank Indonesia nyetak uang bwt belanja negara, itu keitungnya utang?

  9. tolong dunk.. aku masih ga ngerti mengenai trade off.. misalnya trade off seperti apa dalam masyarakat modern.. kasih aku gambaran dung agar aku mengerti.. lalu apa yang di maksd biaya langsung dan tak langsung dan contohnya gimana. Thx

    um.. coba anggap trade off (atau tarik ulur) sebagai timbangan.. untuk mengambil sebuah keputusan, kita selalu kembali pada ‘timbangan’ ini.. pilihan A akan membuat kita kehilangan potensi untuk pilihan B.. intinya sih, life is choice, hidup adalah pilihan.. atau dengan kata lain, kalau kita menginginkan sesuatu, pasti ada sesuatu lain yg harus kita korbankan.. contoh paling mudah adalah alokasi waktu.. apakah akan digunakan untuk belajar, tidur, bersenda gurau, atau mungkin beribadah.. dalam ekonomi, alokasi sumber daya pasti selalu menghadapi tarik ulur.. seperti kisah gun and butter.. itu Prinsip I.. Prinsip II masih berkaitan dengan pilihan ini.. Opportunity cost (biaya kesempatan) merupakan hal pertama yang harus kita pertimbangkan dalam menghadapi tarik ulur.. permasalahannya, dalam anggapan umum, biaya sering diasosiasikan dengan uang.. di sini ditekankan, biaya kesempatan itu jauh lebih luas dari sekadar uang.. (fyi, uang itu sebenernya hanya alat pembayaran, dengan kata lain, barang) contohnya, biaya buat sekolah bukan cuma duit yang dikeluarin untuk SPP, seragam, buku dan gedung saja.. tetapi juga kesempatan untuk bermain, tidur, atau bahkan bekerja.. jadi, hal-hal yang kita korbankan (kehilangan kesempatan) ketika memilih untuk melakukan/mendapatkan sesuatu bisa dihitung sebagai ‘biaya kesempatan’ atawa opportunity cost..


Leave a response

Your response:

Categories