Posted by: viczhoel | January 22, 2009

Teori Permainan Dilema Tahanan

Pernahkah Anda mendengar tentang Teori Permainan atau Game Theory? By definition, teori permainan adalah studi mengenai bagaimana seseorang bersikap dalam situasi strategis. Maksud dari situasi ’strategis’ di sini adalah situasi dimana tiap orang dituntut untuk menentukan sikap dengan mempertimbangkan respon pihak lain atas sikapnya tersebut. Respon yang berbeda dari pihak ‘lawan’ akan memberikan hasil akhir yang berbeda pula. Oleh karena itu, tiap individu akan bergerak berdasarkan strategi tertentu dengan tujuan mendapatkan hasil akhir yang menguntungkan bagi dirinya sendiri.

Salah satu contoh di sini adalah ‘permainan’ yang disebut sebagai Dilema Tahanan.

Cerita ini bermula dengan ditangkapnya dua orang penjahat, sebut saja Joker dan Two-Face. Mereka ditangkap atas tuduhan kepemilikan senjata api dengan tuntutan 1 tahun penjara. Selain itu, mereka juga dicurigai sebagai dalang perampokan yang terjadi di Bank Gotham beberapa hari sebelumnya. Sayangnya, polisi tidak memiliki bukti akan hal ini. Langkah polisi selanjutnya adalah menginterogasi Joker dan Two-Face dalam ruangan yang terpisah dan membuat penawaran berikut:

Saat ini kami dapat memenjarakan Anda selama satu tahun atas kepemilikan senjata api. Akan tetapi jika Anda mau mengaku sebagai perampok Bank Gotham beberapa hari lalu dan bersaksi bahwa kawan Anda ikut serta dalam perampokan tersebut, maka Anda akan kami bebaskan sementara kawan Anda akan kami penjarakan selama 10 tahun. Meskipun demikian, jika kalian sama-sama mengaku atas tuduhan tersebut, maka kami tidak membutuhkan kesaksian Anda atas kejahatan kawan Anda. Dan sebagai reward atas kerja sama kalian berdua, kami hanya akan memenjarakan kalian selama 3 tahun.

Jika mereka hanya memikirkan kemungkinan hukuman mereka masing-masing, menurut Anda keputusan apa yang mereka ambil?

Pertama-tama, kita lihat apa yang dipikirkan oleh Joker:

Hm, Two-Face bakal ngaku ga ya? Kalau dia ngga ngaku, mending gw ngaku aja supaya bisa bebas. Tapi kalau dia ngaku, gw juga harus ngaku. Daripada gw dipenjara 10 tahun sementara dia bebas, mending dipenjara 3 tahun. OK, apapun keputusan Two-Face, gw HARUS ngaku.

Dalam Teori Permainan, strategi Joker di atas bisa disebut sebagai Strategi Dominan, yaitu keputusan terbaik bagi seorang pemain apapun strategi pemain lawan. Seperti yang bisa kita lihat, Strategi Dominan bagi Joker adalah mengaku atas kejahatan nya sendiri dan bersaksi atas kejahatan Two-Face.

Lalu apa keputusan Two-Face. Tentu saja dia akan mengambil keputusan yang sama, mengaku atas kejahatan nya sendiri dan bersaksi atas kejahatan Joker. Karena bagaimanapun juga, keputusan itu lebih baik bagi dirinya sendiri apapun keputusan yang diambil Joker.

Akhir dari cerita ini mudah ditebak. Joker dan Two-Face mengaku atas kejahatan mereka dan dipenjarakan selama 3 tahun. Pada akhirnya, timbul penyesalan di hati mereka. Seandainya saja mereka berdua sama-sama DIAM dan tidak mengakui kejahatan mereka, mereka hanya perlu menghabiskan waktu di penjara selama 1 tahun.



Responses

  1. wah keren! memang bisa dimodelkan seperti dalam game theory.

    strategi dominan mirip-mirip seperti MINIMAX ALGORITHM.
    di mana player ‘MAX’ (ex: Joker) akan meMAXIMALkan value kemenangan
    dan begitu pula player ‘MIN’ (ex: Two-Face) akan meMINIMALkan value kemenangan.

    bedanya MINIMAX mementingkan WIN, sedangkan kasus ini mementingkan DRAW! untuk meminimalisir kerugian.

  2. Rasanya tidah hanya di dalam game atau imajinasi saja saja, tapi benar-benar terjadi di dunia nyata.

    Aku punya teman yang kena jebak razia narkoba pdahal dia ga konsumsi, terus ama polisinya ditawari, kalo dia akan dibebaskan asalkan dia bisa menjebak kawannya yang lain dan membayar sejumlah tertentu untuk menggantikannya.

    Dalam kasus lain, spt yang terjadi di Jombang pada kasus Kemat baru2 ini. Mereka dipaksa mengaku melakukan pembunuhan yang tidak pernah dilakukannya. Setelah 3 thaun di penjara, ternyata keadilan baru terungkap.

    Dan akhirnya, temankku baru sadar bahwa dia dijebak oleh kawannya untk menggantikan posisi kawannya itu di penjara. Kok ada ya yang seperti itu?

  3. Omoshiroii….

    Hmm.. kalau aq pikir-pikir teori permainan ini kok mirip-mirip sama prinsip arus transistor di dalam analog chip ya. Intinya bagaimana kita menjaga arus yang mengalir di dalam transistor selalu membuat transistor dalam keadaan saturasi tertentu. Kalau arus yang mengalir terlalu kecil, transistor akan berada dalam keadaan triode, sedangkan kalau arusnya terlalu besar, transistor akan terlampau jenuh. Pada kedua kondisi ekstrim ini, transistor tidak berfungsi sebagai penguat seperti yang kita harapkan melainkan menjadi sebuah resistansi. Hehe..aq ngelantur ya..

    Zul, kalau contoh aplikasi “teori permainan” ini di dunia marketing seperti apa ya? Anyway, nice post bro !

  4. Sori baru ditanggapin comment2nya:

    @Winnu
    wah, belajar MINIMAX di mana? ada di teori pemrograman ya? once upon a time, gw pernah googling soal Teori Permainan ini dan ketemu yang namanya MINIMAX. tapi bahasanya terlalu matematis, sehingga gw tinggalin, hehe

    @Azzam
    Wow, cukup terkejut juga ngedenger ada kejadian nyata seperti itu. Memang ada celah sih, dari teknik interogasi seperti ini. Yaitu ketika salah satu pihak tidak bersalah dan ‘dijebak’ oleh pihak lain, yang sebenernya bersalah! Lagipula, teori ini dikembangkan dengan asumsi ekonomis, yaitu mendapat manfaat sebesar2nya dari apa yang ada

    @Lakso
    Puyeng So, kalo disangkut2in ama arus transistor dkk, hehe.. Aplikasi dalam dunia marketing? Mungkin gini..
    Pertama kita asumsikan suatu pasar duopoli, jadi ada dua penjual dengan banyak pembeli. Nah, awalnya kedua penjual ini berkompromi untuk memproduksi barang dengan jumlah tertentu anggaplah 50 unit per hari. Angka ini merupakan titik optimal pasar, sehingga tiap penjual bisa mendapatkan keuntungan maksimal. Tetapi malamnya, sebelum berjualan, dengan asumsi yang sama keduanya memutuskan untuk menjual lebih, misal 60 unit. Ketika berjualan di pasar, jumlah barang yang berlimpah akan menyebabkan harga menjadi turun (teori permintaan-penawaran) sehingga keuntungan tiap penjual menjadi turun.

  5. Info Tambahan:
    John Nash, ahli matematik dan ekonom dalam A Beautiful Mind, terkenal sebagai orang yang mengembangkan Teori Permainan. Inget adegan seorang wanita cantik yang ‘pantas’ diperebutkan banyak pria, tetapi akhirnya malah ngejomblo?

    Teori Permainan banyak berkembang pada masa perang dingin. Di sini Joker dan Two-Face nya adalah USA dan USSR.

  6. gak mungkin teori ini bisa terjadi. Karena yg berhak menjatuhkan vonis bukanlah penyidik (polisi), tp hakim. di lobby aja Jaksa atau hukumnya, maka runtutan teori ini dan hasil akhirnya akan berantakan.

    iya, itu hanya untuk ilustrasi saja. aplikasi game theory yang sesungguhnya banyak dipakai di dunia bisnis lelang maupun pemerintahan semasa perang dingin dulu. mengenai lobby2, well, that’s life. whether black or white, u decide.


Leave a response

Your response:

Categories