satu, pertumbuhan listrik yang tidak mencukupi..
jika dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk dan juga kebutuhan listrik masyarakat Indonesia, pertumbuhan pasokan listrik PLN bisa dikatakan tidak pernah mencukupi. atau mungkin tidak akan pernah mencukupi? hal inilah yang menyebabkan mengapa pemadaman bergilir masih jadi makanan sehari-hari publik Indonesia saat ini. Bahkan untuk kota sebesar Medan. Bahkan kata Fahmi Idris, berapapun pasokan PLN, masyarakat pasti mampu menyerap. Intinya, pasokan selalu kurang, tidak pernah cukup..
dua, ketergantungan PLN terhadap subsidi..
well, tahu sendiri kan kalo PLN tu rugi tiap tahun? seorang kawan pernah ngumpulin data power company di berbagai belahan dunia. memang tidak signifikan karena tidak mengumpukan SELURUH company data, akan tetapi terlihat mencolok banget betapa mirisnya melihat kolom profit yang nilainya minus. apa mau dikata? harga jual listrik kita tidak sebanding dengan biaya pembangkitan dan operasional PLN. bahkan dengan subsidi pun, bisa dikatakan tidak ada biaya yang tersisa untuk investasi. itu sebabnya untuk proyek pembangkit pembangkit baru, termasuk proyek 10,000MW membutuh bantuan investasi dari bank2 pemerintah bahkan bantuan asing. tapi menaikkan tarif dasar listrik agar lepas dari subsidi pun tampak mustahil.
tiga, ketatnya persaingan dalam mendapatkan energi primer..
ada cerita, pltu pltu berbahan bakar batu bara PLN mengalami keterlambatan bahkan ketiadaan pasokan batu bara. juga betapa mahalnya harga bahan baku listrik tersebut. atau penggunaan batu bara muda sebagai alternatif. yang pasti, hal hal tersebut tidak semata-mata karena PLN tidak diprioritaskan dalam mendapatkan pasokan batu bara. akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa PLN pun harus menghadapi kenyataan ketatnya bersaing dengan pembeli-pembeli asing yang juga amat sangat butuh pada batu bara kita. bingung juga kan, jika Anda (sebagai penambang batu bara) jikalau harus memilih antara ekspor ato suplai ke PLN?
andhy said,
October 16, 2008 @ 7:47 am
harusnya pake PLTN, gitu aja kok repot
akhyaree said,
October 24, 2008 @ 12:09 am
Sepertinya, kita harus meniru brazil dan philippines yang memanfaatkan secara serius panas bumi (geothermal energy). kata para ahli, potensi pemanfaatannya bisa mencapai 3 x lipat kapasitas terpasang PLN saat ini di seluruh negeri.
Hebat kan? saya pasang link anda juga, bro
myconnect said,
October 29, 2008 @ 9:58 am
masa sampe minus???bukannya pejabat2nya masih pada subur ya???
kok aneh,,niy perusahaan rugi mulu,,mana ada yang mau jalanin perusahaan klo rugi mulu,,,sampe2 tetangga saya yang bpk orang PLN aja malu klo diajak ngobrol soal keebijakan aneh PLN,,,ngeluh2 minta TDL dinaikknya lah,,pemadaman listrik bergilirlah,,coba liat tuw di kantor2 pemerintahan juga listriknya ga dihemat kok,,beneran deh…
PLTN,,,yups ini solusi banget,,tapi apa emang berani,,uppss..bukan…apa mau??????pernah baca di forum,kata orang jepang yang lagi ngobrol sama salah satu pejabat RI. “negara mu ga akan maju klo masih menggunakan Bahan bakar fosil” untuk memenuhi keseluruhan listriknya”. itu diucapkan pas harga minyak melambung,,so sekarang uda turun,masa iya rugi mulu???
salah seharusnya klo kita bilang indonesia developing country,,,maybe undevelop klo urusan energi saja susah,,belum lagi masalah kebobrokan dalam manajemen negara di segala bidang…
andhy said,
November 8, 2008 @ 1:14 am
sudah males update blog ya
Numpang lewat