“Sebab Aku Laki-Laki” Kisah Tanggung jawab seorang Pemimping keluarga

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: “Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”

Dengan kerut kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-Laki.” Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah Ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-Laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-Laki, aku membuatnya sebagai Pemimpin Keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan Keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar Keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. “

“Ku-ciptakan Bahunya yang Kekar & Berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh Keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh Keluarganya. “

“Ku-berikan Kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar Keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. “

“Ku-berikan Keperkasaan & Mental Baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi Keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi Keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi Keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”

“Ku-berikan Kesabaran, Ketekunan serta Keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing Keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. “

“Ku-berikan Perasaan Keras dan Gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi Keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan Kebijaksanaan & Kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan Kerutan diWajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-Laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-Laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. “

“Ku-berikan Kepada Laki-Laki Tanggung Jawab penuh sebagai Pemimpin Keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh Laki-Laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. ” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah…

With Love to All Father

Comments (2) »

Pria yang semakin ditinggalkan Wanita

Apakah judul tulisan ini ambigu menurut Anda? Kalau iya, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Maklum, masih belajar buat nulis. Baiklah, mari kita mulai.

Tulisan ini awalnya terinspirasi oleh sebuah artikel di blog Economix (semacam Kompasiana ala The New York Times) yang menunjukkan kecenderungan wanita mendapatkan gelar akademis lebih tinggi daripada para pria. Berdasarkan data dari Departemen Pendidikan US, pria dan wanita hanya imbang dalam perolehan gelar profesi. Selebihnya–diploma, sarjana, master, doktoral–wanita lah yang berkuasa. Percaya tidak percaya? Perhatikan grafik berikut:

Menurut Anda, ada apa di balik fakta yang mencengangkan ini? Rasio wanita-pria? Hm, menurut badan sensus US sih, perbedaan jumlah wanita dan pria ‘hanya’ 4 juta saja. Emansipasi wanita dan feminisme? Bisa jadi. Kebiasaan? Takdir? Mars dan Venus?

Artikel lain dari The Wall Street Journal memproklamirkan fenomena GLB alias Guys Left Behind (Perhatikan judul tulisan ini. Mirip, bukan?).  Mari kita tinjau sejumlah data yang dipaparkan dalam tulisan ini.

Satu, jumlah pria yang berada di balik kerangkeng besi hampir 15 kali jumlah wanita. Sepertinya terlihat lebih wajar, penjahat pria dibanding wanita. Betul tidak? Dua, kelebihan berat badan dan kecanduan minuman keras juga narkoba jauh lebih banyak diderita kaum pria. Menurut pendapat saya, begitu pula dengan jumlah perokok. Tiga, berbicara soal kematian, penyakit jantung lebih banyak memakan korban pria daripada wanita, hampir dua kali lipat. Kecelakaaan di jalan raya pun selalu merenggut lebih banyak nyawa pria. Seperti pada tahun 2007, dari 41ribu korban jiwa, 29ribu di antaranya adalah kaum pria.

Empat, USAToday melaporkan tingkat pengangguran untuk pria meningkat lebih tajam dibandingkan wanita pasca krisis finansial. Jika pada pra Desember 2007 tingkat pengangguran pria dan wanita relatif mirip (4.4% dan 4.3%), maka medio Desember 2008, pengangguran untuk pria meningkat hingga 7.2% sementara untuk wanita 5.9%. Sejumlah analisis memperkirakan bahwa hal ini terjadi akibat area pekerjaan wanita (misal kesehatan dan pendidikan) yang lebih baik daripada area pekerjaan pria (misal konstruksi dan manufaktur) dan banyaknya wanita yang berkeja paruh waktu.

Lima, pada akhirnya, wanita diperkirakan memiliki harapan hidup lima tahun lebih lama daripada pria, 80 tahun berbanding 75 tahun. Secara umum, kaum pria sudah tertinggal dalam kategori pendidikan, kesehatan, bahkan perkiraan hidup. Keunggulan kaum pria dalam kategori penghasilan pun semakin menipis, terutama di kalangan generasi muda.

Keadaan di atas menggambarkan kondisi AS, meskipun kecenderungan yang sama pun terlihat di berbagai belahan dunia yang lain. Menurut Anda, bagaimana dengan Indonesia?

Pengalaman saya pribadi semasa mahasiswa, duo ‘elit’ Elektro 2003 ITB adalah wanita. Padahal rasio wanita hanya 1/10 total mahasiswa. Saya jadi teringat celetukan Dr. Ellie Stadler di Jurassic Park, “Dinosaurs eat man, woman inherits the earth.” Perhaps the time for man’s ‘dinosaurs’ to show up is coming?

Comments (5) »

Indonesian Culture rocked Jeju Island!! So proud of it!!

Last 4 days trip on Jeju Island was one of the best in my life, I dare to say. Despite of all messes happened, its pretty nice to feel the warmth and cheeriness of Indonesian people, plus the proud and happiness of representing our beautiful country and performing a tiny bit yet amazing culture of it.

There were 24 of us, coming from Seoul, Suwon and Busan, originated from various areas of Indonesia, who full-heartedly showed Pencak Silat, Dances of Saman, Baris Tunggal, Modern Melayu, Jaipong, Roro Ngigel, Mak Inang Pulau Kampai and the sensational Poco-Poco. The event named Jeju World Culture and Travel Expo, a side event of Korea-ASEAN Commemorative Summit. Other than those performances, Indonesia represented by ITOK (Indonesia Tourism Office in Korea) also has a chance to introduce itself to masses from other countries by running booths and providing information about Indonesia there. The visitors can also play congklak–Indonesian traditional game–there. For us, it was a huge success thanks to the hard work and love we have for Indonesia. Seeing the audiences struggling to imitate the dance moves on their own seats, inviting them to join our Poco-Poco dance, watching their satisfied smiles and laughs, hearing those hands clapping and waving, what a view!! We did make them happy and give them sweet memories of lively Indonesia.

Leaving the details of fun and stir, I just want to provoke all of you Indonesian people out there to say it loudly and confidently: I am Indonesian and proud to be one!!

Presiden SBY dan Ibu Negara disambut barisan putra putri Indonesia di Hotel Shilla Pulau Jeju, Korea Selatan, hari Minggu (31/5) sore. (foto: abror/presidensby.info)

Presiden SBY dan Ibu Negara disambut barisan putra putri Indonesia di Hotel Shilla Pulau Jeju, Korea Selatan, hari Minggu (31/5) sore. (foto: abror/presidensby.info)

-June 4th: adding above picture which is taken from here. Find me!!-

penghargaan

The Best Folklore Performance Award: When commoners subdue professionals, blame their spirit

-June 10th: adding above picture which is taken from here-

Comments (4) »

Membandingkan Krisis Saat ini dengan Depresi Besar (Great Depression)

Kembali sebuah artikel pada blog freakonomics mengawali lahirnya artikel di blog ini.

Berkaitan dengan krisis finansial akhir-akhir ini, sejumlah pihak berpendapat bahwa tragedi kelam Depresi Besar akan terulang kembali. Price Fishback, seorang sejarawan ekonomi, mencoba melawan argumen tersebut dengan mengingatkan kembali betapa buruk Depresi Besar.

Pada 1920, ekonom Soviet Nikolai Kondratiev mengusulkan konsep economic super-cycle (perputaran super ekonomi) tiap 40-60 tahun. Mengingat Depresi Besar terjadi hampir 70 tahun yang lalu, mungkinkah kini saatnya terulang kembali? Peristiwa Depresi Besar diawali oleh jatuh bebasnya bursa saham New York pada Kamis Hitam, 24 Oktober 1929, yang berlanjut hingga Senin dan Selasa Kelam 28 dan 29 Oktober tahun yang sama. Dan kini, bursa saham AS pun mengalami kejatuhan hingga 40 persen dibandingkan nilai-tertinggi-sepanjang-masa nya di penghujung 2007.

Pertanda buruk? Meskipun hasil akhir resesi masih belum dapat diketahui, Fishback meyakini bahwa meskipun terdapat sejumlah persamaan di permukaan, situasi saat ini tidaklah seburuk situasi pada 1930an. Sejak awal resesi pada 2007 akhir, tingkat pengangguran bulanan AS telah meningkat dari 4.9 persen ke 7.6 persen pada Januari 2009. Sebelum mulai memikirkan Depresi Besar, perlu diingat bahwa tingkat pengangguran yang melebihi angka 7 persen telah terjadi  di AS selama 139 bulan sejak akhir Depresi Besar. Jumlah itu termasuk 32 bulan (1974-1977), 76 bulan (1980-1986) dan 21 bulan lain antara 1991 dan 1993.

Fakta Depresi Besar. Satu tahun setelah Kamis Hitam 1929, tingkat pengangguran meningkat dari 2 persen hingga 10.8 persen. Setahun kemudian? 16.8 persen. Tragedi berlanjut, tingkat pengangguran menembus angka 20 persen selama empat tahun berturut-turut! Lebih jauh lagi, tingkat pengangguran tetap bertahan di atas angka 14 persen sebelum akhirnya kembali di bawah 10 persen pada 1941.

Fakta lain tentang Real GDP (PDB Riil). Dibandingkan tahun 1929, AS memproduksi 8.6 persen lebih sedikit barang dan jasa di tahun 1930, pada 1931 15 persen lebih sedikit, dan pada 1932 dan 1933 26 persen lebih rendah dibanding 1929. PDB riil tahunan AS tidak mencapai tingkat 1929 kembali hingga 1936. Kita akui, keadaan ekonomi sedang bermasalah, akan tetapi permasalahan Depresi Besar jauh lebih besar beberapa kali lipat.

Penutup dari saya, tahukah Anda peristiwa apa yang menandai (atau menginisiasi?) berakhirnya Depresi Besar? Benar, Perang Dunia II.

Leave a comment »

Links of Online Qur’an and Hadits

Dear Readers,

I’ve been in such an unproductive days. No new post in this blog as well as no decent work nor achievement in my real life. But this time, let me introduce you some links of online qur’an and hadits:

  1. Holy Quran in 25 Languages (http://quran.muxlim.com)
  2. Quran Books at Your Fingertips (http://www.quranflash.com)
  3. Kumpulan & Referensi Belajar Hadits (http://opi.110mb.com/haditsweb/index.htm)
  4. Pusat Dokumentasi Hadits Rasulullah SAW (http://ummulhadits.org)

I got these links from a mailing list. Great thanks to those who share them. And plese share yours, I will update the list based on your sincere feedback.

Comments (1) »

PilPres Perpika–Pernyataan Calon, which is me

Assalamualaikum wr wb
Salam sejahtera rekan-rekan semua,

Sebelumnya saya mohon maaf karena terlambat memperkenalkan diri. Seperti yang rekan-rekan (mungkin) sudah tahu, Mike dan saya dicalonkan menjadi calon presiden PERPIKA 2009-2010.
Saya sadar hanya sebagian kecil dari 300 warga Perpika yang mengenal saya. Demi Pilpres yang lebih baik, mari kenalan.. So, here we go…

Profil Singkat
Nama saya Zulfikar Yurnaidi, biasa dipanggil Fikar ato Zul. Selepas SMA di kampung halaman, Kebumen, saya meneruskan studi di ITB jurusan Teknik Elektro. Itu terjadi pada tahun 2003. Bergelut dengan kampus selama 4,5 tahun memberikan banyak warna dan pembelajaran dalam hidup saya sehingga membentuk Fikar yang sekarang ini. Maret 2008, saya wisuda. April 2008, saya mendapat kesempatan mengikuti Invitation Program dari Universitas Ajou di Korea Selatan. Meskipun tidak sempat menikmati bunga sakura yang telah gugur 2 minggu sebelum kedatangan saya, pertemuan dengan Ajou-ers (sebutan bagi warga Perpika asal Ajou) membuat saya merasa aman dan nyaman di negeri ginseng ini. Kursus bahasa Korea ala Sparta selama 4 bulan pun selesai. Babak baru kembali menanti. Fall 2008, dengan beasiswa pas-pasan saya melanjutkan studi saya di Universitas Ajou, tepatnya Departemen Sistem Energi Lab Pemodelan Energi. Sampai kapan, hanya Tuhan yang tahu.

Pencalonan Presiden PERPIKA
2 orang. Ya, dengan bermodalkan dukungan dua suara saya maju menjadi calon presiden Perpika. Jujur, saya selalu merasa rikuh jika ada seseorang yang percaya dengan saya. Karena kepercayaan itu berat. Meskipun demikian, diskusi dengan berbagai pihak meyakinkan saya akan dua hal: pertama, kepercayaan memang berat, tetapi manfaatnya pun besar. Dan kedua, betapa besar manfaat yang bisa saya dapat dan berikan melalui Perpika. Dan bismillah, saya pun maju.

PERPIKA yang Besar dan Multifungsi
Perpika bagi saya adalah organisasi yang besar dan multifungsi. Di satu sisi, Perpika berusaha menjadi tempat ngumpul mahasiswa Indonesia yang sama-sama kangen kampung halaman. Di sisi lain, Perpika adalah partner berbagai entitas warga Indonesia di Korea, seperti pekerja dan pemerintah (KBRI). Di sisi yang lain lagi, Perpika diharapkan menjadi organisasi keprofesian mengingat warganya yang orang-orang pintar. Itu pun belum semua. Tapi cukuplah untuk sementara.
Lalu apa yang harus dilakukan oleh Perpika ke depannya?

Pertama, fungsi kekeluargaan. Bagaimana pun juga, fungsi ini tetap menjadi tulang punggung Perpika. Kesibukan sebagai  mahasiswa, peneliti, dan pengajar membuat warga Perpika membutuhkan wadah untuk melepas lelah. Di sinilah Perpika menjalankan fungsinya. Bagaimana caranya menyatukan berbagai kelompok-kelompok main yang ada ke dalam suatu wadah Perpika sebagai keluarga. Satu hal yang ingin saya tekankan kembali adalah pentingnya pendataan anggota Perpika. Dengan begitu, proses saling mengenal dapat dipermudah.  Pun ketika Perpika memiliki gawe, database yang baik akan mempermudah penjaringan massa dan jaringan komunikasi.

Kedua, fungsi partnership. Berbagai manfaat bisa didapat dengan adanya kerja sama Perpika dengan berbagai pihak. Dalam menjalankan fungsi ini, Perpika diharapkan bertindak aktif dalam artian menginisiasi kerja sama tersebut dengan posisi tawar yang tinggi. Ke depannya diharapkan fungsi kerja sama ini dapat berkembang dengan berbagai pihak lain seperti PPI se-dunia atau institusi-institusi Korea sembari menjaga hubungan baik yang telah ada.

Ketiga, fungsi keprofesian. Bisa dibilang, fungsi ini lah yang menuntut Perpika untuk berkontribusi. Selama ini, fungsi ini menemukan bentuknya dalam dua acara besar Perpika, CISAK dan Seminar Kewirausahaan. Ke depannya, fungsi ini perlu digalakkan kembali. Hal ini dirasa perlu demi menumbuhkan keinginan berbagi dan berdiskusi dalam konteks keilmuan. Tujuan akhirnya, kontribusi.

Jujur, saya belum mengenal Perpika dengan cukup mendalam. Saya rasa demikian pula sebagian besar warga nya. Siapapun yang terpilih nanti, presiden Perpika yang baru–menurut saya–harus menjadi orang yang paling mengenal Perpika. Caranya, berdiskusi dengan sesepuh Perpika termasuk pengurus sebelumnya. Diskusi ini akan memberikan pembelajaran lebih bagi pengurus Perpika yang baru dalam merumuskan langkah kebijakan Perpika satu tahun ke depan. Demi Perpika yang lebih baik.

Akhir kata, maafkanlah diri ini yang tak bisa banyak berkata. Bagaimana pun juga, pemimpin bukanlah orang yang beretorika, tetapi orang yang berbuat dan rela berkorban.

Wassalamualaikum wr wb

Comments (11) »

Elf dan Islandia

Sebelum mendirikan pabrik peleburan aluminium, Alcoa dengan terpaksa “menunda pekerjaan hingga pakar dari pemerintah memeriksa dengan seksama areal pabrik dan memastikan tidak ada elf–peri–di daerah tersebut.” Nah, bagaimanakah cara mendeteksi elf?

Kekuatan psikis. Kemampuan untuk melihat huldufolk (makhluk gaib) ini tidak bisa dipelajari, seseorang harus terlahir dengan kemampuan ini. Biasanya kemampuan ini dimiliki anak-anak, meskipun sebagian dari mereka kehilangan kemampuan ini selepas usia 8 tahun. Sebuah survey menyebutkan bahwa 54 persen orang Islandia tidak menyangkal keberadaan peri dan 8 persen langsung menyatakan percaya, meskipun hanya 3 persen yang mengaku pernah melihat peri dengan mata kepala sendiri. Peri-peri ini biasa tinggal di bebatuan atau lereng terjal. Kota pelabuhan Hafnarfjordur, dekat Reykjavik, dianggap sebagai tempat tinggal banyak peri. Dan menurut orang Islandia, terdapat minimal 13 tipe peri, sebagian tinggi seperti manusia sementara sebagian hanya beberapa inchi, seperti peri bunga.

Sebagian kisah menyebutkan ‘gangguan’ para peri akibat pembangunan manusia yang mengganggu tempat hunian mereka. Contohnya pada awal 70an, sejumlah kontraktor berusaha memindahkan sebuah batu besar untuk membuat jalan tol di daerah Reykjavik. Seorang clairvoyant (paranormal)–Zophanias Petursson–pun disewa setelah timbul sejumlah kecelakaan kecil. Zophanias pun mengklaim telah berhasil berkomunikasi dengan para peri di daerah tersebut dan mendapatkan persetujuan mereka untuk melanjutkaan pekerjaan tersebut. Meskipun demikian, para peri tidak berhenti sampai di situ: sebuah buldozer mematahkan pipa air yang menuju areal perikanan dan menewaskan ribuan tetasan trout.

Source: How do you find an elf?

Leave a comment »

The World’s Most Influential People–TIME Version

I just happen to find yet another interesting website when fun browsed Freakonomics blog. This time it lead me to this, a poll result of TIME 100 most influential people. The blog’s amusing comment was about checking the first and second number of the list. Steven D. Lewitt inquire who are these guys. But I, proud of myself, proclaim that I know one of them. Guess who.

Well, that page tempt me to surf more. Checking the last year’s record of the same award, I report to you that there are five groups of them:

  • Revolutionaries (20 names), e.g. Dalai Lama, Barack Obama, Vladimir Putin, Evo Morales, Kevin Rudd, Anwar Ibrahim
  • Heroes and Pioneers (18 names), e.g. Oprah Winfrey, Brad Pitt&Angelina Jolie, Kaka, Andre Agassi, Aung San Suu Kyi, Tony Blair
  • Scientists and Thinkers (19 names), e.g. Jeff Han, Paul Allen, Mark Zuckerberg, Michael Bloomberg, Nancy Brinker, Michael Griffin
  • Artists and Entertainers (21 names), e.g. Robert Downey Jr., Mariah Carey, George Clooney, Takashi Murakami, Chris Rock, Suze Orman
  • Builders and Titans (22 names), e.g. Steve Jobs, Radiohead, Prince Alwaleed bin Talal, Rupert Murdoch, Indra Nooyi, Steve Ballmer

For the complete review, please refer to this. And if you are wondering how TIME makes this kind of ranking, check this out. Last, are you curious of TIME’s 100 on another floors–best albums, novels, TV shows, movies? You may find this interesting.

Rank of groups based on author’s unfamiliarity: Scientists and Thinkers, Builders and Titans, Artists and Entertainers, Heroes and Pioneers, Revolutionaries. How about you?

Leave a comment »

Menelusuri jejak Essay Writer dari Virginia hingga Manila

Kecurangan apa yang pernah Anda lakukan di bangku kuliah? Menyalin tugas teman? Mencontek di saat ujian? Meminta seseorang melakukan tugas Anda? Atau pernahkah terpikir oleh Anda membayar seseorang untuk mengerjakan Tugas Akhir atau paper atau makalah Anda? Jika ya, mungkin Essay Writer bisa menjadi salah satu pilihan Anda.

Chronicle.com melakukan sebuah studi menarik berkaitan dengan tumbuh kembangnya ‘pabrik essay’–perusahaan pembuat essay instan yang cukup banyak tersebar di internet. Cobalah mengetik ‘buy an essay’ di Google dan bisa dilihat berbagai macam pabrik essay yang muncul. Semuanya menawarkan hal yang sama, pembuatan paper sekelas Master bahkan PhD dengan fee mencapai $50 per halaman, tergantung deadline dan tingkat kesulitan. Prosesnya mudah. Tinggal menjelaskan tugasnya seperti apa, butuh berapa lembar, dan kapan dibutuhkan. Lalu masukkan nomer kartu kredit dan voila! paper kan datang sesuai deadline.

Well, penelusuran kisah di balik layar akan memberikan sejumlah kejutan buat Anda. Kejutan pertama adalah kevalidan alamat yang tertera di website. Universal Research Inc. a.k.a. Essay Writer mengoperasikan sejumlah website essay seperti Best Essays,  Rush Essay, Superior Paper, dan Best Term Paper. Berdasarkan website, “US/Canada Headquarter” perusahaan tersebut terletak di Herndon, Virginia. Bahkan dikatakan bahwa kantor pusat tersebut berupa bangunan berlantai tujuh.

Kenyataannya, di alamat tersebut hanya berdiri rumah biasa untuk kalangan suburban. Pemilik rumah itu adalah Victor Guevara, yang sejak membeli rumah itu pada tahun 2004, selalu menerima begitu banyak surat dan pesan yang aneh. Bahkan, dia pernah didatangi oleh polisi yang mendapat komplain dari seseorang di India yang mengaku belum mendapat honor dari Essay Writer. Well, sedikit petunjuk mungkin ada pada Olga Mizyuk, seorang wanita penghuni rumah itu sebelumnya.

Lets continue the story. Jika Anda mencoba menelpon telepon perusahaan tersebut–kapanpun, pagi atau malam hari kerja atau hari libur–seseorang akan selalu menjawab Anda. Mungkin seorang wanita bernama Crystal atau Stephanie. Yang pasti, dia tidak akan mengungkapkan apapun mengenai siapa pemilik perusahaan tersebut atau dimana letaknya. Tetapi dengan sedikit paksaan, Crystal akan menghubungkan Anda langsung dengan seorang manajer bernama Raymond–yang entah mengapa selalu tidak di tempat atau ada janji. Ketika berhasil dihubungi pun, Raymond langsung menutup telepon tanpa menjawab satu pertanyaan pun.

Sedikit titik terang, seorang narasumber yang dirahasiakan mengungkapkan bahwa kantor pusat perusahaan perusahaan tersebut terletak di Kiev, Ukraina. Sedangkan pusat layanan pelanggan terletak di lantai 17 Burgundy Corporate Tower di Makati City, Manila, Philippine. Sebuah ruangan di lantai 16 diisi oleh staf marketing dan website yang salah satu tugasnya adalah memastikan bahwa setiap pencarian google menempatkan perusahaan mereka di list teratas.

Sejumlah penulis essay bekerja di gedung tersebut. Mereka dibayar $1 sampai $3 per halaman, lebih sedikit dibandingkan penulis asal USA, dan hanya sebagian kecil harga penjualan essay tersebut. Essay Writer mengklaim memiliki 200 penulis essay, yang mungkin benar jika memasukkan penulis lepas. Tingkat kemahiran penulis sangat beragam, salah satu yang memiliki level A adalah James Robbins. Buatnya, menulis 10 halaman paper adalah hal yang sangat mudah, 1 jam cukup untuk itu. Salah satu tugas yang pernah ia kerjakan adalah mengenai Christology pada abad kedua dan ketiga. Komentarnya, “Aku bahkan tidak tahu itu apa. Aku harus mengeceknya di Wikipedia terlebih dahulu”

Selengkapnya, disarankan untuk membaca artikel aslinya. Terdapat kisah para penulis dan juga para pemesan. Artikel tersebut juga mencoba membahas mengenai sisi moral atas ‘kecurangan’ tersebut. Di akhir pembahasan, terdapat saran sejumlah profesor untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi kecenderungan ke arah tersebut.

My comment after read this article, Perhaps I can build one of these in the future. Indonesia has a lot of market potencies, with her rich students these days. Frankly speaking, some of my college friends have done it before, back to when they were still active as Workshop HME staff. I also almost did it, as if I wasn’t indolent back then.

paper mill

Leave a comment »

14 Indonesian Students of Ajou University (second part, final part, finally)

A long time ago, i wrote this with intention to briefly introduce my family here in Ajou University and also practice my english on writing. That was only the first part. There should’ve been another part, i promised that, but i’ve been postponing it for months. Now its time to finish what i’ve started.

To begin with, i’d like to inform u all that today some of those 14 people are already back in Indonesia (Sidum, Megan, Sasha) and 4 others will follow by the end of this month (Jamak, Siti, Tessa, Unggul) Back to the warmth and surrounded by delicious foods. Well, lets get started…

The last person of graduate student team, Qonita. She is my comrade, together we are the second term IT ISIP invitees from Indonesia. We studied Korean and English together (also featuring Tu, a Vietnamese) for four months before enrolled to Ajou University and be accepted as graduate student there. She is focusing on computer vision now, funded by the last IITA Scholarship.

I’ve introduced you with all graduate students here in Ajou University. For the second term, its time for the exchange students.

The first one is Megan, a business-oriented cooking-skilled narcissus-minded humor-loved student of Parahyangan Padjajaran University. With Mike he evolved into dormitory-class chief with some infamous recipes, such as Opor Ayam Kolaborasi. Another achievement he made was being a martial art entertainer in Ajou International Day 2008.

Second, Sasha. She is truly a public relation girl. Marvelous english ability, open and warm personality, great communication skill, plus broad social circle. Being the youngest from all of us, she often quarrelled with Sidum for unimportant trivial things. A consoling sight to see.

Last but not least, the IT ISIP Team. It consists of 4 males and 2 females, 4 informatics and 2 electrical engineers. Lets get closer..

Dina. She shares lots with me. Same university, same class, same major, same final project adviser, even same System Engineering grade (an A from Prof. Jon, what a lifetime achievement TT) We also live next to each other back in Cisitu Baru, Bandung. The only thing i dislike about her, she is better than me. She graduated first with higher GPA, she gets better graduate school, yet she is older (ruuun!!)

Made. A breath-taking dancer! Thanks to him we could show the international audience how sacred a Balinese dance is. He is also very good at singing, sport, and studying. Totally opposite with me. Another information, he will also stay in here Korea to pursue his master degree in Chung Ang University, though we are still not so sure whether he will study or work or do servitude there.

Siti. Frankly speaking, she is the most senior between all invitees. One thing for sure, she totally enjoys her life time here as IT ISIP invitee. A full time access of internet where she can freakingly download, stream, read, watch, and listen all that ‘oriental’ songs, mangas, movies, etc. Her english is a very good, a notable skill i’d like to mention. And the other thing that makes this journey much better for her: she can leave her old workplace and get some relax.

Tessa. Half Korean. He enjoys Korean songs and movies and dramas and TV shows a lot. I do believe that his Korean is the best among us 14 since he must be studying Korean because he loves it, not because he has to, just like the remaining others. He will certainly continue his study here though unfortunately he could not do it right now since he is still struggling with his final project.

Unggul. Another case of me, though I didn’t know it at first. I mean, he is as old as me but we enter the university at the same time, which is 2 years younger than normal. Already graduated, the only thing that prevented him to not apply for Korean University is a chance for better university. I sincerely hope the best for him. Btw, i heard that he is very skillfull at cooking.

Zamak. The undergraduate student other than Tessa. Just like the others, he enjoys his life in Korea (mostly because of the unlimited internet access, i believe) but dislikes the Korean Language Course itself, the one who actually brings us here. Trivial fact, last year he attended an international culture camp (or something) in Gwangju for his paper about Komodo Island. Too bad he didn’t send it over to CISAK.

Well, my homework is finished. By the end of this month, Indonesian student in Ajou will reduce to only 5 students. But a hope is coming from Spring semester exchange students from Parahyangan University. A bird said that there will be 9 or 10 of them. Sadly, the IT ISIP program stopped so no new invitee next semester. Also, two GSIS girls are planned to finish their study and leave Korea perhaps in April. How about a new GSIS student? Some said that there will be one. Lets see…

Comments (2) »